JAVA SCRIPT

Kamis, 04 Oktober 2012

PERILAKU SOSIAL TAWURAN ANTAR PELAJAR






KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT tuhan yang maha esa atas segala taufik dan hidayah nya, sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan.
Karya tulis yang berjudul tawuran antar pelajar ini saya sangggupi untuk memenuhi persyaratan tugas Ilmu Sosial Dasar. Materi yang diuraikan dalam karya tulis ini adalah apa penyebab tawuran remaja. Apakah ada dampak negatif atau positif bagi pelajar .
Saya sangat menyadari karya tulis ini banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu saran dan masukan dari pembaca dan rekan-rekan. Saya harapkan semoga dapat memberikan nilai tambahan bagi kita semua.


                                                                                Penyusun









i



DAFTAR ISI

Kata pengantar…………………………………………………………….i
Daftar Isi…………………………………………………………………...ii
BAB I Pendahuluan………………………………………………………..1
-          Latar Belakang
-          Tujuan
-          Sasaran
BAB II Permasalahan……………………………………………………..2
-          Strength (Kekuatan)
-          Weaknes (Kelemahan)
-          Opportunity(Peluang)
-          Threats(Hambatan)
Kesimpulan………………………………………………………………...3
Recommendations………………………………………………………....3






ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 

     
Pelajar yang sedang menempuh pendidikan di SLTP maupun SLTA, bila ditinjau dari segi usianya, sedang mengalami periode yang sangat potensial bermasalah.Dalam kurun ini timbul gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Jika tempat penyaluran tersebut tidak ada atau kurang , mereka akan mencari berbagai cara sebagai penyaluran. Salah satu aksinya yaitu “ Tawuran”.
B. Tujuan
Mengetahui rangsangan atau pengaruh terhadap agresivitas yang dilakukan oleh remaja kota, membahas pengaruh indentitas kelompok yang sangat kuat yang menyebabkan timbul sikap negatif dan mengeklusifkan kelompok lain, mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang memicu perilaku remaja kota serta mencari penanggulangan yang tepat dalam menyikapi kenakalan remaja kota.manfaat dari pembahasan ini adla membuka cakrawala bagi semaua kalangan baik pemerintah,masyarakat maupun keluarga untuk mendapat bekerjasama dalam menyiapkan kader-kader dan generasi bangsa dalam menyiapkan kader-kader dan generasi bangsa.
C. Sasaran
Untuk menghilangkan tawuran antar-pelajar yang sudah mengakar, tentu dibutuhkan usaha keras. Banyak usulan yang dilontarkan untuk mengurangi tawuran antar-pelajar. Beberapa di antaranya memindahkan sekolah, memotong generasi di sekolah, atau memotong mata rantai tradisi tawuran.
Salah satu upaya mengurangi tawuran yang juga pernah dilakukan adalah memindahkan letak sekolah karena diduga lingkungan sekolah yang terlalu ramai di tengah kota mengakibatkan tekanan mental lebih berat bagi siswa.
1

BAB II
PERMASALAHAN

1.     Strength (Kekuatan)
a.       Internal didalam diri individu itu sendiri.
b.      Lingkungan yang tidak baik.
c.       Keluarga yang tidak harmonis.
2.     Weaknes (Kelemahan)
a.       Kurangnya perhatian orang tua kepada anak dalam kegiatannya sehari-hari ataupun apa yang sedang di alami oleh anak tersebut.
b.      Tidak adanya kegiatan positif didalam lingkungan sekolah atau studi banding dengan sekaolah lain guna menjalin silahturahmi antar sekolah tersebut.
3.     Opportunities (Peluang)
a.       Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun.
b.      Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang   baik dan sehat.
c.       Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan   remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja.

4.     Threats (Hambatan)
a.     Menurunnya moralitas para pelajar.
b.     Hilangnya persaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai.

2

Kesimpulan
Faktor yang menyebabkan tawuran remaja tidak lah hanya datang dari individu siswa itu sendiri. Melainkan juga terjadi karena faktor-faktor lain yang datang dari luar individu, diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan.
Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja memiliki kencenderungan untuk melakukan hal-hal diluar dugaan yang mana kemungkinan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, maka inilah peran orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan anaknya jika tiba-tiba melakukan kesalahan. Keteladanan seorang guru juga tidak dapat dilepaskan. Guru sebagai pendidik bisa dijadikan instruktur dalam pendidikan kepribadian para siswa agar menjadi insan yang  lebih baik.

Recommendations
a.      Keluarga sebagai awal tempat pendidikan para pelajar harus mampu membentuk pola pikir yang baik untuk para pelajar.
  1. Masyarakat mesti menyadari akan perannya dalam menciptakan situasi yang kondusif
  2. Lembaga pendidikan formal sudah semestinya memberikan pelayanan yang baik untuk membantu para pelajar mengasah kemampuan dan mengembangkan segala potensi yang ada didalam dirinya







3






Tidak ada komentar:

Posting Komentar