Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT tuhan yang
maha esa atas segala taufik dan hidayah nya, sehingga karya tulis ini dapat
diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan.
Karya tulis yang berjudul tawuran antar pelajar ini saya
sangggupi untuk memenuhi persyaratan tugas Ilmu Sosial Dasar. Materi yang
diuraikan dalam karya tulis ini adalah apa penyebab tawuran remaja. Apakah ada
dampak negatif atau positif bagi pelajar .
Saya sangat menyadari karya tulis ini banyak kekurangan dan
kelemahan. Oleh karena itu saran dan masukan dari pembaca dan rekan-rekan. Saya
harapkan semoga dapat memberikan nilai tambahan bagi kita semua.
Penyusun
i
DAFTAR
ISI
Kata pengantar…………………………………………………………….i
Daftar Isi…………………………………………………………………...ii
BAB I Pendahuluan………………………………………………………..1
-
Latar Belakang
-
Tujuan
-
Sasaran
BAB II Permasalahan……………………………………………………..2
-
Strength (Kekuatan)
-
Weaknes (Kelemahan)
-
Opportunity(Peluang)
-
Threats(Hambatan)
Kesimpulan………………………………………………………………...3
Recommendations………………………………………………………....3
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pelajar yang sedang menempuh pendidikan di SLTP maupun SLTA, bila ditinjau dari segi usianya, sedang mengalami periode yang sangat potensial bermasalah.Dalam kurun ini timbul gejala emosi dan tekanan jiwa, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Jika tempat penyaluran tersebut tidak ada atau kurang , mereka akan mencari berbagai cara sebagai penyaluran. Salah satu aksinya yaitu “ Tawuran”.
B. Tujuan
Mengetahui
rangsangan atau pengaruh terhadap agresivitas yang dilakukan oleh remaja kota,
membahas pengaruh indentitas kelompok yang sangat kuat yang menyebabkan timbul
sikap negatif dan mengeklusifkan kelompok lain, mengetahui faktor-faktor apa
sajakah yang memicu perilaku remaja kota serta mencari penanggulangan yang
tepat dalam menyikapi kenakalan remaja kota.manfaat dari pembahasan ini adla
membuka cakrawala bagi semaua kalangan baik pemerintah,masyarakat maupun
keluarga untuk mendapat bekerjasama dalam menyiapkan kader-kader dan generasi
bangsa dalam menyiapkan kader-kader dan generasi bangsa.
C. Sasaran
Untuk menghilangkan tawuran antar-pelajar yang
sudah mengakar, tentu dibutuhkan usaha keras. Banyak usulan yang dilontarkan
untuk mengurangi tawuran antar-pelajar. Beberapa di antaranya memindahkan
sekolah, memotong generasi di sekolah, atau memotong mata rantai tradisi
tawuran.
Salah satu upaya mengurangi tawuran yang juga
pernah dilakukan adalah memindahkan letak sekolah karena diduga lingkungan
sekolah yang terlalu ramai di tengah kota mengakibatkan tekanan mental lebih
berat bagi siswa.
1
BAB
II
PERMASALAHAN
1.
Strength (Kekuatan)
a.
Internal didalam diri
individu itu sendiri.
b.
Lingkungan yang tidak
baik.
c.
Keluarga yang tidak
harmonis.
2.
Weaknes (Kelemahan)
a.
Kurangnya perhatian
orang tua kepada anak dalam kegiatannya sehari-hari ataupun apa yang sedang di
alami oleh anak tersebut.
b.
Tidak adanya kegiatan
positif didalam lingkungan sekolah atau studi banding dengan sekaolah lain guna
menjalin silahturahmi antar sekolah tersebut.
3.
Opportunities (Peluang)
a. Banyak mawas diri,
melihat kelemahan dan kekurangan sendiri dan melakukan koreksi terhadap
kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun.
b. Memberikan kesempatan kepada
remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat.
c. Memberikan bentuk
kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja
zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja.
4.
Threats (Hambatan)
a.
Menurunnya moralitas
para pelajar.
b.
Hilangnya persaan
peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai.
2
Kesimpulan
Faktor yang menyebabkan tawuran remaja tidak
lah hanya datang dari individu siswa itu sendiri. Melainkan juga terjadi karena
faktor-faktor lain yang datang dari luar individu, diantaranya faktor keluarga,
faktor sekolah, dan faktor lingkungan.
Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja
memiliki kencenderungan untuk melakukan hal-hal diluar dugaan yang mana
kemungkinan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, maka inilah peran
orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan anaknya jika tiba-tiba
melakukan kesalahan. Keteladanan seorang guru juga tidak dapat dilepaskan. Guru
sebagai pendidik bisa dijadikan instruktur dalam pendidikan kepribadian para
siswa agar menjadi insan yang lebih baik.
Recommendations
a.
Keluarga sebagai awal tempat pendidikan para
pelajar harus mampu membentuk pola pikir yang baik untuk para pelajar.
- Masyarakat
mesti menyadari akan perannya dalam menciptakan situasi yang kondusif
- Lembaga
pendidikan formal sudah semestinya memberikan pelayanan yang baik untuk
membantu para pelajar mengasah kemampuan dan mengembangkan segala potensi
yang ada didalam dirinya
3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar