ILMU
BUDAYA DASAR
Nama : Dwi ayu wulandari
Jurusan : Sistem Informasi /Malam
Npm : 12112275
Kelas : 1 KA 39
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Hubungan Manusia
dengan Cinta Kasih
Dalam
perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta.
Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia diciptakan
dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir.
1. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya
W.J.S Poerwa Darminta :
·
Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau
(rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik
hatinya.
·
Kasih artinya perasaan sayang atau cinta
kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir
bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta.
Karena itu cinta kasih dapat diartikan
sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh
belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan
manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan
kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan
manusiawi yang akrab.
Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh
antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas,
mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
A. Macam – macam Cinta
A. Macam – macam Cinta
1. Cinta kepada
Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan
menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. “Katakanlah: jika kalian
cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.”
(Ali ‘Imran: 31).
2.Cinta adalah
Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta
merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam
agama sebagaimana firman Allah SWT:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Hubungan Manusia
dengan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa
dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan
dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan)
yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan
mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.Keindahan tak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati
keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan
merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai
yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat
(visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang
tersebut.Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan
kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan
pada keindahan itu sendiri.
Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang
yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu
dengan yang lainya.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra.
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.
B. Penderitaan
Dan Perjuangan
Penderitaan
dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia
hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga
menderita. Karena itu manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi
kesulitan hidup.
C. Penderitaan
Dan Sebab- Sebabnya
Berdasarkan
sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai
berikut :
1. Penderitaan
yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
• Perbuatan
semena-mena kepada pembantu rumah tangga,
• Perbuatan
buruk orang tua yang menganiaya anak,
• Perbuatan
buruk para pejabat zaman orde lama,
• Perbuatan
buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai :
gas beracun.
2. Penderitaan
yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
• Seorang anak
lelaki buta sejak dilahirkan,
• Nabi Ayub
mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini,
• Tenggelamnya
Fir’aun di laut Merah.
D. Pengaruh
Penderitaan
Sikap yang
timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap
negatif.Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap
kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat
timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Apabila sikap
negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para
pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan
penilaiannya.
KESIMPULAN: manusia tanpa penderitaan
tidak berwarna kehidupannya. Karena manusia sekaya dan sepintar apa pun
pasti punya penderitaan, penderitaan pikiran dan penderitaan harta benda yang semakin
lama semakin berkurang lalu tidak di
manfaatkan secara benar.
MANUSIA DAN
KEADILAN
A.Pengertian
Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan
manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem
yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Keadilan oleh Plato di
proyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang
mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
B.Macam-Macam Keadilan
1. Keadilan legal
atau keadilan moral
Plato
berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat
yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap
orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok
menurutnya.
2. Keadilan
Distributif
Aristoteles
berpandapat bahwa akan terlaksana apabila hal-hal yang sama diperlukan secara
sama dan hal-hal yang tidak sama secara secara tidak sama. Sebagai contoh, Ali
bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus
dibedakan sesuai dengan masa kerjanya.
3. Keadilan
Komutatif
Keadilan
ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Menurut
Aristoteles, pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban
dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan
ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam
masyarakat.
Kesimpulan
Keadilan merupakan pengakuan dan perbuatan yang
seimbang antara hak dan kewajiban, tidak semihak sebelah ataupun tidak
sewenang-wenang.
Kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang itu
sesuai dengan hati nuraninya dan kenyataan yang benar. Kecurangan apa yang
dilakukanya tidak sesuai dengan hati nuraninya. Pembalasan suatu reaksi atas
perbuatan orang lain, baik berupa perbuatan yang serupa ataupun tidak.
Kamis,25 April 2013
CINTA ANAK KEPADA IBU……..
Perjuangan mu begitu besar untuk
melahirkan ku di muka bumi ini.Kasih sayang mu sepanjang hayat dari setetes air
mani kau hidupkan ku dengan nafasmu.Cinta ku kepada mu ibu takkan ku tinggalkan
sampai akhir hayat ku…..
Tepat
pada tanggal 2 September ku dilahirkan di muka bumi ini dengan penuh cinta dan
kasih sayang.Dengan tangisan yang membuat mu bahagia bahwa kau telah memiliki
anak perempuan yang kedua kalinya…..
Dengan
cinta dan kasih sayangmu sekarang ku bisa menjadi seorang perempuang yang
cantik,dewasa,dan pintar.Terimakasih ku ku ucapkan pada mu ibu.Dan ku ucapkan
selamat hari kartini untukmu,,,,,Kau adalah pejuang hidup dan matiku…….
Tetaplah
kau menerangi hidup ku di setiap hidupku….Tetaplah kau menjadi penyemangat
hidupku disetiap harinya….Izinkan ku untuk membalas semua budi pekerti
mu….Semua yang telah ku tanamkan kepada ku Doakan selalu aku ibu agar ku dapat
membalas semua jasa-jasa mu…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar